7 masjid tertua di indonesia

“Masjid” adalah istilah Arab yang diterjemahkan menjadi “masjid” dalam bahasa Inggris. Masjid adalah tempat ibadah umat Islam, tempat mereka berkumpul untuk sholat, kegiatan komunitas, dan acara keagamaan. Masjid bervariasi dalam ukuran dan gaya arsitektur, tetapi biasanya mencakup ruang sholat, mihrab (ceruk yang menunjukkan arah Mekah), mimbar (mimbar), dan fasilitas wudhu.

Dalam Islam, salat berjamaah adalah bagian penting dari keimanan, dan masjid berfungsi sebagai lokasi pusat bagi umat Islam untuk berkumpul untuk salat ini, khususnya salat berjamaah Jumat yang disebut Jumu’ah. Masjid juga memainkan peran penting dalam membina kohesi masyarakat, memberikan pendidikan, dan berfungsi sebagai pusat kegiatan amal.

Penting untuk dicatat bahwa istilah “masjid” digunakan secara luas di dunia Muslim, dan desain serta arsitektur masjid dapat bervariasi berdasarkan pengaruh budaya dan regional.

Masjid tertua di Indonesia

Lantas, apa saja masjid tertua di Indonesia. Simak berikut.

1. Masjid Kuno Bayan Beleq, Lombok

Masjid tertua di Indonesia
sumber gambar:lombok.tribunnews.com

Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengutip laman Dinas Pariwisata Provinsi NTB, masjid ini diperkirakan dibangun sekitar 500 tahun silam. Masjid yang memiliki atap rumbia ini berada di Jalan Labuan Lombok, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Namun, belum ada informasi pasti siapa yang membangun Masjid Kuno Bayan Beleq. Beberapa versi menyebut pendiri masjid adalah Syeh Gus Abdul Razak, salah seorang penyebar Islam di Bayan pada abad ke-16. Versi lainnya menyebutkan masjid ini dibangun oleh Sunan Prapen pada abad ke-15. Namun, Masjid Kuno Bayan Beleq hanya digunakan untuk sholat pada saat  perayaan hari besar Islam, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad SAE, tahun baru Islam, dan kegiatan besar keagamaan lainnya.

2. Masjid Agung Demak, Demak

Masjid tertua di Indonesia
sumber gambar:pariwisata.demakkab.go.id

Masjid Agung Demak didirikan pada 1474, sehingga usianya mencapai 549 tahun. Mengutip Kompas.com (12/1/2022), Masjid Agung Demak didirikan pada masa pemerintahan Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan bercorak Islam pertama yang berdiri di Tanah Jawa. Oleh sebab itu, Masjid Agung Demak merupakan pusat penyebaran Islam di Tanah Jawa. Masjid ini berlokasi di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Dari segi arsitektur, Masjid Agung Demak mengusung gaya tradisional Jawa. Berbeda dari masjid pada umumnya yang memiliki kubah, atap masjid ini justru berbentuk limas dan bersusun tiga. Atap Masjid Agung Demak sarat akan makna yakni tentang ajaran Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan.

3. Masjid Saka Tunggal, Banyumas

Masjid tertua di Indonesia
sumber gambar:www.pilar.id

Gerbang Masjid Saka Tunggal Baitussalam
Nama resmi masjid ini adalah masjid Saka Tunggal Baitussalam, tapi lebih populer dengan nama masjid saka tunggal karena memang Masjid ini hanya mempunyai saka tunggal (tiang penyangga tunggal). Saka tunggal yang berada di tengah bangunan utama masjid, saka dengan empat sayap ditengahnya yang akan nampak seperti sebuah totem, bagian bawah dari saka itu dilindungi dengan kaca guna melindungi bagian yang terdapat tulisan tahun pendirian masjid tersebut.

Masjid saka tunggal berukuran 12 x 18 meter ini menjadi satu satunya masjid di pulau Jawa yang dibangun jauh sebelum era Wali Sembilan (Wali Songo) yang hidup sekitar abad 15-16M. Sedangkan masjid ini didirikan tahun 1288M, 2 abad sebelum Wali Songo. Sekaligus menjadikan Masjid Saka Tunggal Baitussalam sebagai Masjid Tertua di Indonesia.

Lokasi Masjid. Masjid Saka Tunggal Baitussalam berada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon Banyumas. , Banyumas, Jawa Tengah, Ditengah suasana pedesaan Jawa yang begitu kental Suasana pedesaan sangat kental. Di kawasan masjid yang dipenuhi dengan kera-kera yang berkeliaran bebas. Bangunan masjid juga sangat unik, beratapkan ijuk serta sebagian dindingnya dari anyaman bambu.

baca juga: kerajinan dari koran

4. Masjid Wapauwe, Maluku Tengah

Masjid tertua di Indonesia
sumber gambar:regional.kompas.com

Masjid Wapauwe berada di daerah yang mengandung banyak peninggalan purbakala. Sekitar 150 meter dari masjid ke arah utara, di tepi jalan raya terdapat sebuah gereja tua peninggalan Portugis dan Belanda yang telah hancur akibat konflik agama yang meletus di Ambon pada tahun 1999 lalu. Selain itu, 50 meter dari gereja ke utara, berdiri dengan kokoh sebuah benteng tua “New Amsterdam”. Benteng peninggalan Belanda yang mulanya adalah loji Portugis ini, terletak di bibir pantai ini dan menjadi saksi sejarah perlawanan para pejuang Tanah Hitu melalui Perang Wawane (1634-1643) serta Perang Kapahaha (1643-1646).

Mulanya Masjid ini bernama Masjid Wawane karena dibangun di Lereng Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu, keturunan Kesultanan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara). Kedatangan Perdana Jamilu ke tanah Hitu sekitar tahun 1400 M, yakni untuk menyebarkan ajaran Islam pada lima negeri di sekitar pegunungan Wawane yakni Assen, Wawane, Atetu, Tehala dan Nukuhaly, yang sebelumnya sudah dibawa oleh mubaligh dari negeri Arab.

5. Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin

Masjid tertua di Indonesia
sumber gambar:suaramasjid.com

Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tertua di Pulau Kalimantan. Pasalnya, masjid yang terletak di tepi Sungai Kuin, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjar Kota, Kodya Banjarmasin ini dibangun antara tahun 1525-1550 M, pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam.

Bangunan masjid tua yang berukuran 26,1 x 22,6 m ini mempunyai keunikan antara lain atapnya masih asli, hanya puncaknya yang mengalami perubahan, diganti dalam bentuk kubah. Akan tetapi, wujud aslinya yakni atapnya yang berbentuk tumpang empat masih terlihat dengan jelas.

Masjid tua ini saat belum dipugar, pada bagian atas atau puncaknya terdapat “sungkul” yang terbuat dari kayu ulin. Sungkul itu keadaannya masih baik meskipun usianya sudah empat abad lebih. Sungkul tersebut sekarang disimpan di Museum Lambung MangkUrat Banjar Baru, sekitar 35 km dari Banjarmasin.

Karena letaknya di tepi Sungai Kuin maka setiap mereka yang naik angkutan air, seperti bus air, longboat, maupun speedboat selalu melihat masjid tertua di Kalimantan ini. Jalan darat yang persis melewati tepi masjid, juga memudahkan para wisatawan berziarah ke masjid ini.

Apalagi letak Masjid Suriansyah ini juga tidak terlalu jauh dari makam Sultan Suriansyah. Jaraknya hanya sekitar 500 meter sehingga para wisatawan yang berkunjung ke masjid selalu menyempatkan ziarah ke makam Sultan Suriansyah. Atau, sebaliknya mereka yang duluanberziarah ke makam selalu menyempatkan mengunjungi masjid karena letaknya memang tidak terlalu jauh.

6. Masjid Agung Banten, Serang

Masjid tertua di Indonesia
sumber gambar:www.daaruttauhiid.org

Masjid Agung Banten didirikan pada masa Sultan Maulana Hasanuddin, sultan pertama Kesultanan Demak, yang merupakan putra pertama Sunan Gunung Jati. Masjid ini merupakan satu dari sepuluh masjid tertua di Indonesia.

Di antara masjid-masjid tua di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, Masjid Agung Banten memiliki ciri yang cukup mencolok, yakni pada bentuk menara masjid yang menyerupai mercusuar. Kala itu, kebanyakan masjid di Nusantara belum memiliki menara karena bukan merupakan tradisi pelengkap masjid di Jawa.

Perbedaan lainnya adalah letak masjid. Pada umumnya, masjid tua di Pulau Jawa berada di sisi barat, namun Masjid Agung Banten terletak di sisi utara. Adapun di sebelah baratnya terdapat makam Syarif Husein yang merupakan penasihat Maulana Hasanuddin.

Tata bangunan masjid mendapat pengaruh dari tiga arsitek yang memiliki latar belakang berbeda. Arsitek pertama adalah Raden Sepat yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Raden Sepat juga terlibat dalam pembangunan Masjid Agung Demak dan Masjid Ciptarasa Cirebon.

Arsitek kedua berasal dari negeri Cina, yakni Tjek Ban Tjut. Arsitek ini memberikan pengaruh kuat pada bentuk atap masjid bersusun lima layaknya pagoda Cina. Tjek Ban Tjut memperoleh gelar Pangeran Adiguna sebagai penghargaan atas jasanya dalam membangun masjid.

Arsitek ketiga adalah seorang Belanda yang kabur dari Batavia ke Banten, Hendrik Lucaz Cardeei. Arsitek berstatus mualaf tersebut memberikan pengaruh pada bentuk menara layaknya mercusuar di Negeri Kincir Angin. Lucaz pun mendapat gelar kehormatan Pangeran Wiraguna. Menara tersebut berfungsi sebagai menara pandang atau pengamat ke lepas pantai s e r t d digunakan untuk menyimpan senjata dan amunisi pasukan Banten.

Masjid Agung Banten memiliki banyak makna filosofis pada setiap detailnya. Enam pintu masjid menggambarkan rukun iman. Pintu masuk tersebut sengaja dibuat pendek sehingga memaksa pengunjung merunduk sebagai simbol ketundukan kepada Sang Pencipta. Adapun tiang masjid terdiri dari 24 buah sebagai simbol waktu 24 jam.

7. Masjid Mantingan, Jepara

Masjid tertua di Indonesia
sumber gambar:kebudayaan.kemdikbud.go.id

Masjid Mantingan adalah sebuah masjid kuno di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Masjid ini konon didirikan pada masa Kesultanan Demak dan menyandang tanggal 1481 Tahun Jawa atau 1559-1560 Masehi.

Didirikan dengan lantai tinggi ditutup dengan ubin bikinan Tiongkok, dan demikian juga dengan undak-undakannya. Semua didatangkan dari Makao. Bangunan atap termasuk bubungan adalah gaya Tiongkok. Dinding luar dan dalam dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru, sedang dinding sebelah tempat imam dan khatib dihiasi dengan relief-relief persegi bergambar margasatwa, dan penari penari yang dipahat pada batu cadas kuning tua. Pengawasan pekerjaan pembangunan masjid ini tak lain daripada Babah Liem Mo Han.

Salah satu ciri masjid ini adalah reliefnya. Beberapa di antaranya memiliki pola tanaman yang membentukkan rupa makhluk hidup, sehingga tidak dapat dikatakan melanggar larangan agama Islam.

Di dalam komplek masjid terdapat makam Sultan Hadlirin, suami dari Kanjeng Ratu Kalinyamat dan menantu Sultan Trenggono, penguasa Demak yang terakhir. Selain itu terdapat pula makam waliullah Mbah Abdul Jalil, yang disebut-sebut sebagai nama lain Syekh Siti Jenar.

Satu pemikiran pada “7 masjid tertua di indonesia”

Tinggalkan komentar