6 Minuman Khas Jawa tengah yang segar dan lezat

Minuman Khas Jawa tengah – Indonesia mempersembahkan keberagaman kuliner, termasuk minuman khas Jawa Tengah. Beragam minuman dari daerah ini tidak hanya memberikan kesegaran, tetapi juga kelezatan. Minuman-minuman khas provinsi ini telah meraih popularitas di kalangan masyarakat.

minuman khas Jawa Tengah segar dan lezat

Selain sajian kuliner yang lezat, Jawa Tengah juga dikenal dengan beragam minuman khasnya. Tak hanya menyegarkan, beberapa di antaranya juga dianggap memberikan manfaat untuk kesehatan. Mari kita telusuri beberapa minuman khas Jawa Tengah yang patut dicoba.

1. Es Dawet Ireng

Minuman Khas Jawa tengah

Tren makanan berwarna hitam sedang populer di seluruh dunia, namun sebenarnya Indonesia telah lama memiliki sajian khas dengan bahan pewarna hitam alami.

Salah satu contohnya bisa ditemukan di Purworejo, Jawa Tengah, yaitu Es Dawet Ireng. Minuman ini terbuat dari tepung beras berwarna hitam pekat. Berbeda dengan es dawet biasa yang mendapatkan warna hijau dari daun suji, dawet ini menggunakan abu merang atau jerami alami, sehingga menghasilkan warna hitam pekat atau keabu-abuan.

Kata “Ireng” berasal dari bahasa Jawa yang berarti ‘hitam’, menggambarkan warna akhir dawet yang memang hitam pekat karena dicampur dengan air abu merang. Pemilihan merang juga memberikan rasa lezat dan kekenyalan alami pada dawet ini.

2. Wedang Uwuh

Minuman Khas Jawa tengah

Meskipun namanya mungkin menimbulkan asosiasi dengan bahasa kekinian, “uwuh” sebenarnya adalah kata dalam Bahasa Jawa yang berarti sampah. Namun, perlu dicatat bahwa dalam konteks minuman khas Jawa Tengah yang disebut “wedang uwuh,” kata “sampah” tidak merujuk pada material limbah.

Minuman ini dinamai wedang uwuh karena terbuat dari campuran rempah-rempah alami, termasuk jahe, daun pala, kayu secang, kayu manis, serai, dan kapulaga, yang dicampur seperti tumpukan sampah.

Wedang uwuh memiliki cita rasa yang hampir mirip dengan bir pletok, dengan perbedaan bahwa rasa pedas dari jahe lebih tajam. Selain lezat, minuman ini juga dianggap memiliki manfaat kesehatan dan dapat dinikmati dengan harga sekitar Rp5 ribu per gelasnya.

3. Wedang Angsle

Minuman Khas Jawa tengah

Istilah “wedang” memang familiar di telinga kita, dengan banyak jenis wedang yang mudah ditemui, seperti wedang ronde, sekoteng, secang, bajigur, wedang uwuh, dan masih banyak lagi.

Dalam Bahasa Jawa, “wedang” berarti minuman. Dalam buku berjudul “Wedang: Minuman Segar Berkhasiat” oleh Yunita, arti kata wedang dikenal luas sebagai istilah untuk minuman tradisional yang segar dan bermanfaat bagi kesehatan. Biasanya, wedang terdiri dari campuran berbagai rempah-rempah seperti jahe, pala, cengkeh, daun pandan, dan tanaman lain yang dianggap memiliki manfaat kesehatan.

Warga Jawa Timur, khususnya di Malang, tentu tidak asing dengan wedang angsle. Makanan khas yang manis ini sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin, seperti musim hujan saat ini. Meskipun secara sekilas mirip dengan wedang ronde khas Yogyakarta, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Wedang angsle merupakan kombinasi kuah dan berbagai bahan manis. Kuahnya terbuat dari campuran daun pandan, vanili, dan santan. Isiannya melibatkan petulo (putu mayang), kacang hijau, ketan putih, mutiara, potongan roti, dan irisan buah kolang-kaling. Petulo, yang terbuat dari tepung beras, tapioka, atau tepung sagu, memberikan tekstur lembut saat dimakan.

Meskipun tidak jelas sejak kapan wedang angsle muncul, budayawan Jawa Timur, Dukut Imam Widodo, menyebut bahwa minuman tradisional ini sudah lama dikenal oleh masyarakat Malang. Mangkok angsle yang khas dilengkapi dengan sendok bebek, memberikan sentuhan khas pada sajian ini.

4. Es Dawet Selasih

Minuman Khas Jawa tengah

Es dawet selasih khas Solo memang menjadi pilihan yang sangat pas saat cuaca sedang panas. Kelezatan kuliner ini dijamin akan memberikan kesegaran dan kenyamanan bagi tenggorokan yang haus. Es dawet memang populer dan mudah ditemui di berbagai tempat.

Meskipun ada variasi es dawet lain seperti es dawet ayu dari Banjarnegara atau es dawet hitam khas Purworejo, bagi warga Solo, es dawet selasih tetap menjadi pilihan unggul. Pertanyaannya, apa yang membedakan es dawet selasih dengan minuman serupa lainnya?

Es dawet selasih khas Solo punya cita rasa yang khas. Meskipun konsepnya mirip dengan es dawet lainnya yang terdiri dari santan, dawet, dan kinca sebagai pemanis, perbedaannya terletak pada penambahan biji selasih. Biji selasih berbentuk bintik hitam yang melayang di air santan memberikan sentuhan unik pada es dawet selasih, memberikan pengalaman rasanya yang berbeda dan istimewa.

Es dawet selasih mudah ditemukan di Pasar Gede Solo, tetapi yang paling terkenal adalah Es Dawet Telasih Bu Dermi, yang sudah ada sejak 1930-an. Es Dawet Telasih Bu Dermi tidak hanya digemari oleh masyarakat umum tetapi juga populer di kalangan pejabat, termasuk menjadi langganan Presiden Joko Widodo.

Dengan isian komplit seperti santan, kinca, dawet, ketan hitam, tape ketan, bubur sumsum, dan biji selasih, es dawet ini menjadi pilihan favorit yang memanjakan lidah. Harganya pun terjangkau, hanya Rp9.000 per semangkuk.

5. Es gempol Pleret

Minuman Khas Jawa tengah

 

Es gempol pleret, kuliner khas Solo, sayangnya kini jarang dijumpai di daerah tersebut. Minuman ini terbuat dari campuran adonan tepung beras dan gula Jawa, dibentuk bulat pipih setelah proses pencampuran. Gempol dan gula Jawa dicampur dengan santan cair dan saus dari kombinasi gula pasir dan gula Jawa. Es batu ditambahkan untuk memberikan kesegaran.

Meskipun es gempol pleret dulunya banyak dijajakan keliling kampung, namun kini hanya beberapa orang seperti Pak Suharto yang tetap mempertahankan usaha penjualan es gempol pleret. Beliau memiliki warung makan dan penjual es gempol pleret di samping Masjid Tegalsari, Jalan Dr. Wahidin Solo, yang berada di seberang pertigaan Tugu Lilin Laweyan. Usaha ini telah berjalan sejak Februari 1998.

Bahan utama gempol pleret adalah beras, dan Pak Suharto menggunakan beras berkualitas tinggi, yaitu raja lele, untuk membuat bulatan-bulatan gempol. Proses pembuatan melibatkan penumbukan dan pengeringan beras sebelum membentuknya menjadi bulatan. Kemudian, bulatan tersebut direbus dan dimasak dengan daun pandan untuk aroma yang sedap.

Penggunaan daun pandan memberikan warna hijau pada biji gempol yang semula putih. Meskipun warung Pak Suharto berdiri di tempat sempit dengan hanya lima meja panjang, namun dapat menampung hingga 30 orang jika penuh.

6. Minuman STMJ

Minuman Khas Jawa tengah

Susu Telur Madu Jahe (STMJ) memang menjadi minuman yang dikenal di seluruh Indonesia. Namun, yang mungkin tidak diketahui banyak orang adalah bahwa STMJ sebenarnya berasal dari Malang, Jawa Timur. Minuman ini tidak hanya dianggap sebagai minuman penyegar, tetapi juga dianggap sebagai salah satu jenis jamu yang memiliki manfaat kesehatan.

STMJ diyakini dapat meningkatkan energi dan kebugaran konsumennya. Khasiat ini berasal dari kombinasi bahan-bahan berkualitas yang digunakan dalam pembuatannya. Telur memberikan kandungan protein, susu memberikan kalsium, dan madu menambahkan berbagai vitamin. Kombinasi ini membuat STMJ tidak hanya enak, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.

Jika Anda ingin membuat STMJ sendiri, pastikan untuk menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Gunakan telur ayam kampung, madu yang murni, dan susu sapi murni (bukan susu instan atau kental manis). Dengan menggunakan bahan-bahan alami dan berkualitas, STMJ yang Anda buat akan memberikan manfaat yang optimal, meningkatkan stamina, dan vitalitas Anda.

 

Tinggalkan komentar